Intip Seluk-Beluk Laporan Keuangan BUMDes

Intip Seluk-Beluk Laporan Keuangan BUMDes

BUMDes bergerak di bidang usaha yang berbeda, baik secara mikro maupun makro. Salah satu kegiatan yang penting bagi BUMDes adalah mencatat dan menyusun laporan keuangan yang berkaitan dengan kegiatan usaha mereka. Laporan keuangan BUMDes dapat digunakan untuk mengukur dan menilai proses bisnis yang merupakan aset dari Perusahaan. Oleh karena itu, seorang pemilik usaha atau perencana keuangan harus mengetahui seluk-beluk laporan keuangan BUMDes.

Berikut adalah intip seluk-beluk laporan keuangan BUMDes yang akan kami bahas dalam artikel ini. Harap diperhatikan bahwa laporan ini tidak selalu sama untuk semua jenis bisnis. Sebagian besar informasi yang terkandung dalam jurnal keuangan mencerminkan kondisi bisnis spesifik pada setiap titik ketika diperiksa. Jadi, pastikan untuk selalu menyimak perubahan terbaru dari jurnal keuangan BUMDes.

Apa itu Laporan Keuangan BUMDes?

Laporan Keuangan BUMDes merupakan laporan yang disusun oleh pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Laporan ini berisi catatan keuangan dan informasi mengenai keuangan yang diperoleh BUMDes, serta struktur modal, meliputi arus kas dan dadu neraca. Laporan keuangan ini memiliki banyak hunian yang diperlukan untuk mengeyam jalannya usaha BUMDes.

Laporan keuangan BUMDes dibuat berdasarkan sistem akuntansi yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan harus disusun sesuai dengan Peraturan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Dengan laporan ini, BUMDes dapat mengetahui berapa jumlah aset, liabilitas, dan komposisi modal BUMDes serta mengidentifikasi nilai aset BUMDes.

Berikut adalah beberapa elemen yang terdapat dalam laporan keuangan BUMDes:

  • Rekapitulasi Pendapatan, pengeluaran, dan laba ditahan
  • Laporan Rugi dan Laba
  • Nilai Tambah
  • Aktivitas Arus Kas
  • Neraca
  • Catatan atas laporan keuangan

Catatan Akuntansi & Indikator Utama

Analisis laporan keuangan seperti Neraca dan Laba Rugi merupakan informasi penting bagi para pengusaha sebagai dasar pengambilan keputusan dan mengukur kinerja suatu usaha. Dalam proses analisis laporan keuangan, terdapat catatan akuntansi dan indikator utama yang perlu diketahui dan dipahami.

Baca Juga:  Cara Cepat Mendapatkan Uang di Happy Pet Story

Catatan Akuntansi merupakan catatan atau dokumen yang komprehensif untuk menjelaskan alasan mengapa transaksi tercatat. Catatan akuntansi terdiri dari jurnal yang berisi informasi dari transaksi yang secara individual telah diklasifikasikan dan dibukukan sesuai dengan prinsip akuntansi dan peraturan bisnis. Jurnal ini mengumpulkan informasi dasar yang diperlukan ketika merekonstruksi akuntansi unsur-unsur yang lebih kompleks.

Adapun beberapa indikator utama yang digunakan untuk analisis laporan keuangan, yaitu :

  • Perputaran Aset
  • Margin Keuntungan
  • Laba Bersih
  • Perputaran Modal Kerja
  • Rasio Hutang
  • Return on Equity (ROE)

Ke-6 indikator di atas sangat penting untuk dianalisis dalam melihat laporan keuangan suatu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Analisis ini bisa menjadi pertimbangan dalam menarik potensi dan menentukan arah usaha BUMDes tersebut.

Struktur Akuntansi BUMDes

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) membuat dan menavigasi laporan keuangan yang kompleks. Terutama karena mereka bertanggung jawab untuk memastikan bahwa uang yang diterima oleh desa dari berbagai sumber dikelola dengan benar. Laporan keuangan yang berkualitas baik saat dikirim kepada pemerintah atau institusi tertentu adalah hasil dari aturan dan konsep akuntansi yang terorganisasi dengan baik. Salah satu dasar utamanya adalah struktur akuntansi BUMDes yang memungkinkan uang dikelola secara efisien.

Struktur akuntansi BUMDes adalah sistem yang digunakan untuk mengelola dan melacak akun yang berhubungan dengan Badan Usaha Milik Desa. Struktur ini mencakup pengelolaan dana, pencatatan pembayaran, pembuatan rincian keuangan, dan pelaporan berbasis per tanggal. Struktur ini menyertakan ukuran yang berbeda untuk berbagai jenis akun. Contoh paling sederhana adalah ketika satu kelompok menggunakan lebih dari satu akun ingat pengelolaan dana, akun ini diklasifikasikan ke dalam kategori berbeda.

Kumpulan konsep dan aturan akuntansi BUMdes dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • Konsep Memori: Memori adalah jumlah uang yang diterima atau dibayarkan dengan menggunakan jumlah rupiah saat ini. Ini merupakan konsep yang paling banyak digunakan dalam BUMDes.
  • Konsep Temporal: Temporal adalah jumlah uang yang didapatkan oleh BUMDes atau dibayarkan menggunakan jumlah yang berada di masa lalu. Sebagian besar uang yang diterima BUMDes dengan metode temporal.
  • Konsep Per Janji: Perjanjian ini dimaksudkan untuk menghitung jumlah uang yang didapat BUMDes atau dibayarkan melalui penyelesaian suatu kontrak atau perjanjian, karena jumlahnya bisa meningkat atau menurun berdasarkan banyak faktor.
  • Konsep Aset: Konsep aset berfokus pada jumlah uang yang dimiliki BUMDes. Ini juga dapat berarti jumlah uang yang dimiliki BUMDes pada suatu titik waktu tertentu. Ini biasanya digunakan untuk menghitung jumlah uang yang diterima BUMDes dari setoran aset.
  • Konsep Dana: Konsep ini berfokus pada jumlah uang yang digunakan untuk membayar atau membiayai berbagai proyek atau kegiatan.
  • Konsep Piutang: Konsep ini berfokus pada jumlah uang yang disetor oleh BUMDes dan yang harus dibayar kembali berdasarkan kesepakatan yang telah disepakati.
  • Konsep Utang: Konsep ini berfokus pada jumlah uang yang diterima BUMdes dari pihak ketiga berdasarkan lembag atau organisasi yang terkait.
Baca Juga:  Tutorial Lengkap: Cara Mendapatkan Uang Banyak di Gangstar Vegas

Struktur Akuntansi BUMDes merupakan kompleksitas laporan keuangan yang harus dijalani oleh BUMdes. Dengan mengetahui berbagai konsep dan aturan akuntansi ini, BUMDes dapat mengelola dan melacak akun dengan benar sesuai standar yang telah ditetapkan. Dengan demikian juga, laporan keuangan yang dikirimkan BUMDes ke lembaga pemerintah bisa lebih andal dan berkualitas.

Komponen Laporan Keuangan BUMDes

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan lembaga usaha yang berdiri di desa dan menarik dana untuk diinvestasikan di dalam desanya, sehingga dapat memberi keuntungan bagi masyarakat. Oleh karena itu, laporan-laporan keuangan BUMDes menjadi sangat penting, memantau kelancaran usaha dan mengetahui pendapatan yang diterima dari usaha tersebut.

Ada 3 komponen utama laporan keuangan yang perlu diperhatikan dari BUMDes, yaitu:

1. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang berisi tentang pendapatan dan pengeluaran yang diusahakan oleh BUMDes dalam periode waktu yang sedang diteliti. Dilaporkan dalam bentuk beragam, dengan tujuan untuk memantau kinerja dari usaha yang dikelola.

2. Laporan Perubahan Modal

Laporan Perubahan Modal menunjukkan sejauh mana pendapatan, biaya, dan investasi telah mempengaruhi posisi dana perusahaan selama tahun tertentu. Laporan ini menunjukkan juga apakah arus penyaluran dana berubah menjadi masuk atau keluar dari perusahaan.

3. Laporan Perubahan Ekuitas Pemilik

Laporan ini menggambarkan berapa banyak ganti rugi yang diterima atau dibayar perusahaan dalam nilai tunai. Hal ini juga meliputi bagaimana modal yang ditanamkan pelaku investasi dalam BUMDes diubah setiap tahun, termasuk bagaimana penggunaan dana pokok yang telah dialokasikan untuk meningkatkan laba.

Ini adalah komponen laporan keuangan yang harus dipahami, jika anda ingin melihat “seluk-beluk” laporan keuangan BUMDes. Dengan memahami komponent tersebut, anda dapat melihat secara langsung bagaimana BUMDes dikelola dalam jangka panjang, termasuk bagaimana pendapatan dan pengeluaran yang terjadi pada setiap tahun.

Baca Juga:  6 Cara Mengatur Uang di Dompet Anda

Kesimpulan

Menerapkan laporan keuangan yang baik merupakan hal yang penting bagi sebuah badan usaha milik desa. Laporan keuangan tersebut harus informatif dan dapat diakses oleh masyarakat sebagai pemangku kebijakan, untuk memastikan bahwa manajemen BUMDes di desa tersebut telah memastikan pertanggungjawaban dan akuntabilitas.

Laporan keuangan BUMDes menggambarkan sejarahnya dalam perkembangan dana dan pengelolaan usaha. Hal ini penting untuk diketahui oleh masyarakat desa, guna memastikan bahwa BUMDes dipengaruhi oleh kepentingan masyarakat dan membuat keputusan yang tepat untuk keuntungan bersama. Informasi seluk-beluk laporan keuangan BUMDes akan membantu masyarakat untuk memahami situasi tersebut.